Just another WordPress.com site

>

KEKUATAN IMAN

 

affannur 

Ketika Nabi saw kembali dari perang Dzatir Riqa’, beliau berhenti disebuah hutan yang banyak pohon durinya, lalu berteduh dibawah pohon, tiba-tiba datang seorang badui Da’tsur namanya, akan membunuh nabi saw. Dengan mengacungkan pedang di muka Nabi ia berkata: Hai Muhammad, siapakah yang akan menolong mu dari pedang ini?

Beliau menjawab : Allah!Da’tsur gemetar dan pedangnya jatuh, lalu diambil oleh Nabi saw pedang itu dan mengacungkan kearah Da’tsur seraya berkata: sekarang siapa yang akan menolong mu dari pedang ini?

Ia menjawab : Jadilah engkau, sebaik-baik orang yang membalas budi. Lalu nabi saw bertanya : sukakah kau jika bersyahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan saya adalah utusan Allah? Da’tsur menjawab: tidak. Tetapi saya berjanji tidak akan memerangi dan tidak pula membantu pada orang yang memerangi, lalu Nabi saw melepaskannya. Kemudian D’tsur kembali kepada kaumnya, lalu berkata kepada mereka : Saya baru saja datang dari seorang manusia yang paling baik (Nabi saw).

Kesimpulan :
– Kisah ini ini diambil dari hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Imam Muslim dari Jabir ra.
– Kekuatan dan keyakinan Nabi saw kepada Allah swt dalam keadaan sedemikian rupa, dimana biasanya orang merasa tidak yang dapat membela kecuali belas kasih dari orang yang berbuat jahat dan lupa bahwa Allah kuasa dan mampu untuk menghindarkan bahaya itu dari dirinya.

MASUK SORGA TANPA HISAB

affannur 

Disalah satu kesempatan Rasulallah saw mengatakan : Telah ditampakan kepada ku keadaan ummat yang terdahulu, saya melihat ada Nabi yang disertai oleh pengikutnya, yang sedikit, dan ada Nabi yang hanya disertai oleh satu dan dua orang saja, bahkan ada Nabi yang tidak punya pengikut sama sekali, tiba-tiba ditampakan kepadaku rombongan yang besar, saya mengira bahwa itu adalah ummatku, lalu aku dikatakan padaku bahwa itu adalah ummat Nabi Musa as bersama kaum nya. Aku diperintahkan untuk melihat keufuk kanan dan kiriku, lalu aku melihatnya, tiba-tiba saya melihat dikedua ufuk itu rombongan yang sangat besar sekali.

Lalu dikatakan kepadaku : itulah ummatku, dan disamping mereka ada 70.000 orang yang masuk sorga tanpa hisab dan tanpa disiksa. Lalu Rasulallah sawmasuk kerumahnya, maka orang-orang sama membicarakan tentang orang-orang yang masuk sorga tanpa hisab itu. Ada yang berpendapat : mungkin mereka adalah orang-orang yang terlahir dalam Islam dan tidak pernah mempersekutukan Allah. Dan pendapat-pendapat yang lainya.

Kemudian Rasulallah kembali dan bertanya : Apakah yang sedang kalian bicarakan? Lalu mereka memberitahukan kepada beliau pembicaraan mereka.Maka Rasulallah saw bersabda : Mereka adalah orang yang tak pernah menjampi dan dijampikan, tidak mau menebak Nasib dengan perantara burung dan terhadap Allah senantiasa selalu bertawakal. Llau Ukasyah bin Mihsan berkata: Ya Rasulallah, do’akan saya semoga saya termasuk salah satu diantara mereka. Beliau menjawab : Kamu termasuk mereka. Kemudian ada orang lain berdiri dan berkata : Do’akan saya semoga saya termasuk mereka. Beliau menjawab : Kamu telah kedahuluan Ukasyah.

Kesimpulan :
– Kisah ini diambil dari hadits Nabi saw yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhary Dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas ra. 

KEUTAMAAN ZIKIR KEPADA ALLAH

Trimaida tsubiyati 

Allah Ta’ala mempunyai Malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan untuk mencari orang-orang yang berzikir, maka apabila mereka menjumpai kaum yang sedang berzikir kepada Allah Azza Wa Jalla, lalu mereka memanggil kepada teman-teman nya: kemarilah disini terdapat apa yang kalian cari! lalu para malaikat itu mengerumuni mereka dengan sayap-sayapnya sampai kelangit dunia. Maka Tuhan bertanya pada para malaikat, padahal Ia lebih mengetahui : Apakah yang dikatakan oleh hamba-hambaku?

Malaikat menjawab: Mereka mensucikan engkau, Membesarkan engkau, Memuji engkau.
Tuhan bertanya: Adakah mereka melihat aku?
Malaikat menjawab : Demi Allah mereka tidak melihat engkau.
Tuhan bertanya : Bagaimana seandainya mereka melihat aku?
Malaikat menjawab : Tentu mereka lebih giat menyembah engkau ya Allah, lebih memulyakan engkau dan lebih banyak mensucikan engkau.
Tuhan bertanya : Apa yang mereka minta?
Malaikat menjawab : Mereka memnita sorga kepada Engkau.
Tuhan bertanya : Adakah mereka melihat sorga?
Malaikat menjawab: Tidak Ya Allah.
Tuhan bertanya : Bagaimana seandainya mereka melihatnya?
Malaikat menjawab : Tentu mereka lebih semangat untuk memperolehnya.
Tuhan bertanya : Dari apa mereka meminta perlindungan?
Malaikat menjawab : Mereka minta perlindungan dari Neraka
Tuhan bertanya : Apakah mereka dapat melihat neraka?
Malaikat menjawab : Tidak mereka tidak dapat melihatnya.
Tuhan bertanya : Bagaimana bila mereka dapat melihatnya?
Malaikat menjawab : Tentu mereka akan lari dan ketakutan.

Lalu Allah berfirman : Saksikanlah oleh mu bahwa aku telah mengampunkan mereka semuanya. Malaikat berkata : Tuhan, disitu ada orang yang bukan dari mereka hanya bertepatan ada keperluan maka ia datang ke situ. Tuhan menjawab : Ia termasuk dalam golongan itu, karena ia tidak akan kecewa duduk bersama mereka.

Kesimpulan :
– Kisah ini diambil dari hadits Qudsyi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary, dan Imam Muslim dari Abu Hurairah ra.
– Keutamaan orang-orang yang berzikir kepada Allah, dosa mereka akan diampuni oleh nya.
– Orang yang berkumpul dengan orang-orang yang berzikir kepada Allah, itupun akan diampuni dosanya, sekalipun ia tidak turut berzi

WASILAH DENGAN AMAL SHALEH

Affannur 

Pada Zaman dahulu sebelum diutusnya nabi Muhammad SAW ada tiga orang berjalan-jalan hingga terpaksa bermalam disebuah gua. Ketika mereka berada di gua ada sebuah batu besar jatuh dari atas bukit dan menutupi pintu gua hingga mereka tidak dapat keluar. Mereka Berkata : Kita tidak bisa keluar dari gua ini melainkan bila kita bertawassul kepada Allah Ta’ala dengan amal yang paling istimewa yang pernah kita kerjakan.

Kemudian salah seorang diantara mereka berdo’a : Ya Allah, kami mempunyai ayah dan ibu yang telah lanjut usia. Kami tidak biasa memberi minum susu kepada siapapun sebelum keduanya minum terlebih dahulu, termasuk keluarga dan pelayan kami.

Pada suatu hari kami terlalu jauh ke dalam mencari kayu bakar hingga malam hari baru pulang. Sesampainya dirumah kami langsung memerah susu untuk ayah dan ibu, ternyata keduanya telah tidur. Kami segan membangunkan keduanya, dan kami juga tidak akan memberikan minuman kepada siapapuun sebelum kedua orang tua kami yang meminum.

Maka kami memegang minuman itu untuk menunggu ayah dan ibu kami bangun hingga terbit fajar. Kemudian keduanya telah bangun, lalu kami memberikan minuman kepada keduanya. Padahal malam itu anak kami merengek-rengek didekat kaki ku meminta minum tetapi kami tidak meladeninya.

Ya Allah, jika kami melakukan hal itu semata-mata hanya mencari ridla Mu, maka lepaskanlah kami dari bencana ini. Lalu batu itu bergeser sedikit dan mereka belum dapat keluar dari gua itu.

Orang kedua berdo’a: Ya Allah kami pernah jatuh cinta kepada anak gadis paman kami, kami ingin sekali tidur bersamanya tetapi ia selalu menolak. Pada suatu hari ia menderita kelaparan, lalu datang kepada kami untuk meminta bantuan makanan. Maka kami berikan kepadanya uang sebesar 120 dinar dengan syarat mau kami ajak tidur, lalu ia menerima syarat itu. Kami membawa nya ke suatu tempat, dan kami melakukan apa saja yang ingin kami lakukan. Maka ketika kami telah duduk diatas kedua kakinya, tiba-tiba ia berkata: Takutlah kamu kepada Allah, dan jangan dipecahkan selaput ini melainkan dengan cara yang halal. Maka kami terus pergi meninggalkan gadis itu. Padahal kami sangat menginginkan nya, dan kami tinggalkan juga emas yang telah kami berikan padanya.

Ya Allah jika kami melakukan hal itu semata-mata hanya mencari ridla Mu, maka lepaskanlah kami dari bencana ini. Lalu batu itu bergeser sedikit, tetapi mereka belum juga dapat keluar dari gua.

Kemudian orang yang ketiga berdo’a: Ya Allah kami adalah seorang majikan yang punya banyak buruh. Pada suatu hari ketika kami membagikan upah pada mereka, tiba-tiba ada seorang buruh yang pergi tanpa mengambil upah nya dan tidak kembali lagi esok nya hingga tidak ketahuan beritanya.

Maka upahnya kami kembangkan hingga banyak, beberapa tahun kemudian ia datang kepada kami, lalu ia berkata : Tuan saya mau mengambil upah saya yang dulu belum saya ambil pada tuan.

Saya menjawab : Semua kekayaan yang ada didepan matamu itu yang berupa unta, sapi, kambing berikut pengembalanya itu adalah milik mu. Ia pun berkata seperti tidak percaya: Tuan jangan mengejek saya. Saya menjawab : Sedikitpun tidak mengejekmu dan ini benar adanya. Kemudian ia membawa semua harta tersebut.

Ya Allah, jika kami melakukan hal itu semata-mata hanya mencari ridla Mu, maka lepaskanlah kami dari bencana ini. Maka batu itu bergeser dari mulut gua, terbuka lebar hingga mereka bertiga dapat keluar dari gua itu.

Kesimpulan :

– Kisah ini diambil dari hadits nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Imam Muslim dari Abi Abdurohman Abdullah Ibnu Umar ra.
– Amal Shaleh bisa dijadikan wasilah dalam berdo’a.
– Pentingnya Ikhlas dalam beramal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: