Just another WordPress.com site

>

Dua Golongan Calon Penghuni Surga

Penulis : affannur

Salah satu ciri orang beriman adalah mempercayai yang ghaib, di antaranya yaitu dengan meyakini adanya Hari Kiamat dan adanya Surga serta Neraka. Surga dan Neraka adalah dua tempat kembali bagi seluruh manusia yang pernah ada di dunia ini, sejak manusia pertama Adam AS hingga manusia terakhir yang bakal dilahirkan kelak. Baik itu manusia biasa maupun para utusan Allah. Ini adalah ketentuan Sang Khalik, Allah Azza Wa Jalla yang tidak mungkin dielakkan.

Dimulai dengan terjadinya Hari Kiamat yang ditandai dengan terdengarnya bunyi sangkakala yang ditiup oleh malaikat Israfil.

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. Az-Zumar [39] : 68-70).

Pada hari itu Allah SWT membagi hambaNya atas 3 golongan yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Golongan itu adalah :

1. Golongan orang yang paling dahulu beriman atau golongan Asyabiqun.

2. Golongan kanan atau golongan Al-Maimanah.

3. Golongan kiri atau golongan Al-Masyamah yang merupakan golongan terburuk.

Golongan Al-Masyamah adalah golongan para calon penghuni neraka, sedangkan dua kelompok sebelumnya adalah golongan para calon penghuni surga. Golongan Asyabiqun lebih tinggi kedudukannya dibanding golongan Al-Maimanah. Mereka adalah orang-orang yang sangat dekat denganNya. Oleh karenanya, mereka masuk ke surga lebih awal dan tempatnya pun didekatkan kepadaNya. Itulah surga kenikmatan (Al-Jannatin Na’im). Para rasul dan nabi termasuk kedalam golongan ini.

“Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang beterbangan dan kamu menjadi tiga golongan, yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).” (QS. Al-Waqiyah [ 56] : 1-9).

Namun mengapa Sang Khalik membagi calon penghuni surga atas 2 kelompok? Atas dasar dan kriteria yang bagaimanakah Ia membuat pengelompokkan tersebut? Dapatkah kita, manusia mengetahui hal ini?

“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.“ (QS. Al-Waqiyah [ 56] : 10-14).

Yang dimaksud dengan orang yang paling dahulu beriman adalah orang yang bersegera, yang tidak menunda-nunda mengimani apa yang dibawa seorang utusan Allah kepadanya. Biasanya mereka adalah para sahabat setia rasul-rasul dan nabi-nabi. Mereka adalah orang-orang terdekat rasul dan nabi yang hidup pada zamannya, mulai yang hidup pada zaman Adam AS hingga yang hidup pada zaman Rasulullah Muhammad SAW. Mereka adalah pengikut pertama sekaligus pelindung dan penolong rasul dan nabi mereka. Mereka ini mengabdikan seluruh hidupnya demi tegaknya agama.

Golongan orang yang paling dahulu beriman ini dibagi lagi atas 2 kelompok.

1. Orang-orang yang terdahulu, yaitu orang yang hidup pada zaman nabi pertama, Adam AS, ratusan ribu tahun yang lalu hingga yang hidup pada zaman sebelum turunnya kenabian Muhammad SAW, sekitar 1500 tahun silam.

2. Orang-orang yang kemudian. Mereka adalah orang-orang yang hidup pada saat Rasulullah SAW telah menerima wahyu hingga orang terakhir di akhir zaman nanti. Kita, umat Islam, termasuk di dalam kelompok ini.

Ayat 14 surat Al-Waqiyah di atas menerangkan bahwa jumlah orang dari kelompok orang-orang terdahulu yang masuk surga adalah besar. Sementara dari kelompok orang yang kemudian kecil. Mengapa demikian? Karena jumlah orang terdahulu memang jauh lebih banyak daripada jumlah orang yang kemudian. Mereka banyak karena rentang waktu dari zaman nabi Adam AS hingga nabi Isa AS teramat sangat panjang. Sementara orang-orang yang kemudian hanya yang hidup di masa Rasulullah SAW telah menerima wahyu hingga terjadinya hari Kiamat. Bukankah Rasulullah pernah bersabda bahwa jarak antara hidup beliau dengan Hari Akhir hanya antara dua jari beliau?

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah [9] : 100).

Tak dapat disangkal lagi, bagian kecil dari golongan yang terdahulu beriman, yang dijanjikan baginya surga tersebut adalah para sahabat yang hidup semasa dengan Rasulullah SAW, yaitu orang-orang Muhajirin dan Anshar serta yang mengikuti dan mencontoh mereka dengan baik. Mereka adalah para sahabat seperti Abu Bakar RA, Umar Bin Khattab RA, Ustman Bin Affan RA, Ali Bin Thalib RA, Bilal Bin Rabah, dan lain-lain. Mereka adalah termasuk di antara sepuluh sahabat yang namanya disebut Rasulullah sebagai calon penghuni surga. Tempat mereka sungguh mulia, yaitu di sisi para rasul dan nabi. Sedangkan dari sisi para sahabat di zaman Isa AS adalah orang-orang Hawariyyin, yaitu para sahabat setia dan penolong Isa AS. Orang Hawariyyin ini hidup sezaman dengan Isa AS.

“Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil), berkatalah dia : Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?; Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab : Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.” (QS. Ali Imran [3] : 52).

“Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, Shabiin, dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Maidah [5] : 69).

Bagaimana dengan kita, umat Islam yang hidup jauh dari masa hidup Rasululah dan para sahabat? Adakah tempat bagi kita di surga?

“Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan.” (QS. Al-Waqiyah [ 56] : 90-91).

Ya, golongan kanan. Kelihatannya, dengan izinNya, kita bisa masuk ke dalam kelompok ini. Jumlah orang yang masuk surga dari kelompok ini juga ada dua, sejumlah besar dari golongan orang-orang terdahulu dan sejumlah besar pula dari golongan orang yang kemudian.

“(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.” (QS. Al-Waqiyah [56] : 38-40).

Namun, yakinkah kita akan hal ini karena Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu dari umatku masuk surga. Sebagian mereka saling berpegangan dengan sebagian yang lain. Yang pertama di antara mereka tidak mau masuk sebelum yang terakhir di antara mereka masuk. Wajah mereka seperti bentuk rembulan purnama.”

Hadits ini diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad oleh Imam Muslim. Semoga bukan hadits shaheh. Atau semoga saja yang dimaksud 70.000 atau 700.000 oleh Rasulullah itu adalah umat beliau yang dari kelompok orang-orang yang terdahulu beriman. Karena 70 ribu atau 700 ribu adalah jumlah yang teramat sangat sedikit sekali apalagi dibanding jumlah orang yang ada sekarang ini. Bukankah kita sering mendengar bahwa orang yang bersyahadat dijamin masuk surga? Namun betulkah semudah itu?

“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al-Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran). Hal itu adalah karena mereka mengaku : “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung.” Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan.” (QS. Ali Imran [3] :23-24).

Ayat di atas menerangkan perilaku orang-orang Yahudi yang merasa yakin bahwa mereka hanya akan disentuh api neraka sedikit saja dan pasti Allah akan mengampuni dosa-dosa serta memasukkan mereka ke dalam surga. Padahal mereka tidak memegang hukum yang telah ditetapkanNya dengan baik. Berpegang pada ayat tersebut, apakah sudah cukup aman orang yang telah bersyahadat namun tidak mengamalkan ajaran-ajaran dan hukum-hukum Al-Qur’an? Bagaimana bila ternyata sesungguhnya Allah malah memasukannya ke dalam golongan kiri?

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab : “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya dan adalah kami mendustakan hari pembalasan hingga datang kepada kami kematian.” (QS. Al-Muddatstsir [74] : 42-47).

Bahkan sesungguhnya orang yang pernah merasakan keimanan kemudian mendustakannya kembali adalah lebih buruk dari orang kafir. Tempat mereka kembali adalah di dasar neraka. Mereka adalah orang -orang Munafik.

“Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.” (QS. Al-Munafikun [63] : 3).

Atau bisa jadi karena kita terlalu meremehkan dosa-dosa kecil dan tidak segera bertaubat hingga akhirnya menumpuk dan menjadi kebiasaan.

Semoga kita bukan satupun di antara yang lengah ataupun menyepelekan keimanan dan hidayahNya, amin.

“Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.” (QS. Al-Baqarah [2] : 160-162).

Wallahu a’lam bishshawwab.

[Rekomendasikan] [Cetak] [Konversi ke PDF] [Tambahkan ke Facebook] [Tambahkan ke Lintas Berita] [Tambahkan ke Twitter] [Kirim via Yahoo! Messenger]

Dari Redaksi : Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Sylvia Nurhadi sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
Sylvia Nurhadi

Saya dilahirkan 48 tahun yang lalu sebagai anak ke 3 dari 8 bersaudara. Sebagai anak tentara saya sering berpindah-pindah tempat tinggal. Saya menyelesaikan sekolah dasar di SD Besuki Jakarta, pendidikan menengah pertama di Sekolah Indonesia Kuala-Lumpur (SIK), Malaysia sementara SMA saya selesaikan …

[Kirim Pesan Pribadi ke : Sylvia Nurhadi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: