Just another WordPress.com site

>mari kita berdoa:::::::::::::::::::::::::::::::: affanniur

Dalam kehidupan kita semua manusia pasti sering berdoa, berdoa ketika kita mengharap sesuatu, berdoa kita sedang susah, berdoa ketika kita berhasil, tanpa bisa dipungkiri semua manusia berdoa dengan caranya masing-masing dan ditujukan kepada yang mereka anggap sebagai Hal yang lebih kuasa dari padanya. Doa adalah obat dan ibadah. Doa adalah bukti pengakuan seorang hamba kepada pencipta-Nya. Bukti bahwa manusia tidak memiliki satu kekuatan apapun. Doa juga sebagai satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya serta menyembuhkan hati dari keraguan dan kesedihan serta penyakit, membuka pintu rezeki, dan memberikan keberkahan dalam hidup bahkan dalam setiap sesuatu.

Doa adalah satu mata rantai ibadah yang berkesinambungan. Doa bukan hanya sekedar “lafal atau ucapan”lalu selesai setelah diucapkan, tetapi merupakan “perilaku hidup”. periLaku berarti “berjalan”, berjalan berarti bergerak, berkesinambungan dan tidak akan berhenti. Ini adalah siklus atau mata rantai dan inilah sebenarnya makna yang tersembunyi dari sebuah DOa. Doa juga dapat menjadi peninggat kemampuan diri, doa memberinya rasa aman dan perasaan mampu pada diri kita.

Doa membuat kita mampu membangkitkan harapan, doa dapat diibaratkan seperti rel kehidupan tetap kukuh dan tak membuat kita anjlok atau terlempar kelembah yang membuat kita kotor. Pertanyaan-pertanyaan tentang kejadian yang ada di dalam perjalanan kita adalah sebuah anugerah dan beban tugas hidup yang Tuhan berikan. Doa kadang berarti tanya jawab dengan Tuhan. Tanya jawab mengenai makna,warna, dan rasa yang meliputi hari-hari. Doa Juga merupakan saat di mana kita mengungkapkan kerinduan hati kita kepada Tuhan. Tapi, doa juga merupakan suatu penyerahan diri kita kepada Tuhan secara total. Artinya, orang yang berdoa, mau membuka dirinya terhadap apa yang Tuhan kehendaki; bukan hanya yang dikehendakinya sebagai manusia.

Terkadang ada manusia yang angkuh yang memenangkan logika dari pada meminta dan berdoa kepada Tuhan, tetapi manusia seperti ini ternyata rapuh, ketika akal tidak bisa menjawab yang terjadi adalah sebuah kehancuran jiwa dan pribadinya. oleh karena itu kita memerlukan DOa sebagai sarana penyeimbang Akal yang memang memiliki batasan atau akal yang terkadang tidak bisa memberi jawaban atas apa yang menjadi persoalan kita.

kita bisa memahami doa bukan sekedar pengungkapan kehendak kita semata, kita pantas bersyukur, karena kita sudah mulai keluar dari “keegoisan” kita, saat kita berdoa. Tapi, ketika kita memahami doa sedemikian rupa, kita seringkali justru tidak memiliki kehendak yang kuat. Kita meminta sesuatu dari Tuhan, tapi kita tak yakin, bahwa keinginan kita bisa diwujudkan oleh Tuhan. Begitu besar kesadaran kita akan kehendak Tuhan yang lebih besar daripada kehendak kita, kita pun seringkali justru menyerah sebelum menyatakan maksud kita.

Kita mungkin pantas belajar dari orang lain yang memiliki keinginan yang teguh. Mereka mengungkapkan doa permohonan, bahkan kesembuhan, dengan keyakinan yang teguh, bahwa doa mereka bisa dikabulkan oleh Tuhan. Ketika kita melihat cara orang lain berdoa, yang begitu penuh keyakinan, kita justru berpikir, bahwa orang berdoa secara berlebihan. Padahal, mungkin kitalah yang justru perlu berbenah diri. Kita berdoa tidak dengan keyakinan teguh. Kita berdoa dengan anggapan, bahwa doa kita bisa saja terkabul, bisa juga tidak. Terserah pada Tuhanlah, apakah doa kita bisa terkabul atau tidak.

Terkadang kita percaya kepada Motivator, atau trainer untuk menolong kita membangkitkan kita dari hilang atau lunturnya harapan kita, Saya sarankan coba berdoa kepada Tuhan saat kita butuh pertolongan, dan yakini atas doa yang kita minta pasti berhasil, hal ini akan mengahasilkan suatu energi yang besar, sehingga sebenarnya, untuk berhasil atau tercapainya suatu maka kita perlu berdoa, berusaha dan percaya bahwa doa kita akan terkabul, Tapi perlu diingat doa tidak akan menghasilkan sesuatu yang instan (begitu berdoa langsung terpenuhi), terkdang sebenarnya doa kita terkabul tapi tidak sesuai dengan yang kita doakan, bisa dikabulkan secara bertahap, perlu usaha kita atau dengan cara yang kita tak menyadarinya.

Masalah adalah bagian tak terpisahkan dari hidup. Biasanya kita akan berkeluh kesah dan berputus asa ketika terperangkap dalam masalah. Tak jarang, ketatnya impitan ini membuat kita gelap mata, misalnya dengan mengakhiri hidup atau melakuakn tindakan kriminal. Ya, kita telah melupakan doa. Doa adalah senjata yang dapat menguatkan manusia mengahadapai segala cobaan hidup. Doa memancarkan emosi positif, doa menimbulkan dampak berupa keadaan yang lebih baik dan positif dalam jiwa, pemikiran, persepsi, daya ingat, niat, kehendak, dan semacamnya. Doa memperbaiki keadaan jiwa dan emosi, serta membawa kepada keadaan tenang yang kemudian memancar ke segala sisi kehidupan bagi orang yang berdoa.

Sejumlah penelitian ilmiah sudah membuktikan secara nyata kaitan positif antara doa dan perbaikan kesehatan. Penelitian tentang kaitan doa dan kepulihan pasien pernah dilakukan, misalnya di perguruan tinggi Harvard Medical School. Dalam penelitian itu ditemukan sepertiga orang dewasa yang diteliti menggunakan doa sebagai bagian dari usaha kesembuhan penyakit.
Dari pasien pengguna doa itu, 75% berdoa untuk kebaikan dan 22% untuk keadaan kesehatan tertentu. Dari yang berdoa itu, 70% mengaku bahwa doa sangatlah membantu. Doa memunculkan dampak relaksasi Yang dimaksud dengan relaksasi ini adalah, ketika seseorang berdoa, orang itu melepaskan ketegangan akibat pekerjaan atau aktivitas lain seperti beristirahat, melakukan penyegaran jiwa dan raga. ketika kita berdoa diketahui terjadi perubahan pada kerja atau fungsi organ tubuh seperti pernapasan yang melambat, penurunan laju detak jantung, penurunan tekanan darah, penghangatan bagian luar tubuh, aktivitas gelombang otak yang lebih lambat, dan keadaan metabolisme yang rendah.

Selain itu, muncul perasaan ruhiyyah yang lebih, kepuasan jiwa dan fisiologis, rasa damai dan tenang. Sistem hypothalamik–pituitary di dalam otak adalah saluran komunikasi utama yang menghubungkan pikiran dan emosi dengan molekul pembawa yang dilepaskan ke dalam cairan syaraf dan melewati sistem peredaran darah ke seluruh tubuh. Di tataran inilah emosi positif membangkitkan perubahan fungsi tubuh yang berdampak besar bagi kesehatan dan ke’afiyatan kita.Sejumlah riset membuktikan antara lain bahwa orang yang tidak religius ataupun tidak mendapatkan intervensi doa, lebih tinggi risikonya untuk melakukan bunuh diri, lebih rendah tingkat kesembuhan dari penyakit, lebih tinggi risikonya untuk mengalami sakit, dan lebih rentan terhadap penyakit.

orang buta,tuli,lumpuh, yang tidak memiliki tangan, yang lemah, yang bodoh dan yang hina, yang sedih – semua dapat berdoa kepada Tuhan; karena doa adalah kepunyaan hati dan perasaan, dan bukan kepunyaan badan. Doa tidak menuntut intelijensi tinggi atau kepasihan lidah. Tuhan menginginkan hati kita ketika kita berdoa. Bahkan beberapa patah kata dari jiwa murni, yang sederhana, sekalipun buta huruf, akan lebih berkenan bagi Tuhan dari pada aliran kata-kata fasih dari seorang orator atau seorang manusia terpelajar. Sekalipun kita melakukan kesalahan dalam doa kita kepadaNya, sekalipun ada kesalahan dalam kata-kata yang kiata ucapkan, bila kiata tulus, bila doa itu datang dari hati kita, Dia mendengarnya, karena Dia mengerti bahasa hatikita.

Kamu menangis ketika rumahmu dirampok; kamu menangis dan tersedu ketika anakmu meninggal; kamu bersedih dalam penderitaan ketika tanganmu hancur terlindas. O manusia! Pernahkah kamu menangis untuk Tuhan? Menangislah selalu untukNya. Dia akan menjauhkan segala macam bencana. Ikatkan dirimu disekitarnya untuk pertolongan. Kamu akan bebas dari penderitaan hidup. Ikutilah metoda ini dan petik hasilnya. Sembahyanglah dan menjadi sejahtera. Tidak sesuatupun di dunia ini akan menyelamatkan kamu. Hanya Tuhan sendiri yang paling mencintaimu. Datanglah padanya dan mohonlah kemurahan hatinya. Berdoalah dengan sungguh-sungguh mulai detik ini untuk kehidupan kita, untuk kesuksesan kita, Untuk kesembuhan kita, dan untuk harapan yang ingin kita wujudkan, berdoa adalah sebuah langkah awal kita menuju sukses

” Satu Doa Sejuta Manfaat, mari kita berdoa dengan keihlasan dan Keyakinan”

” Hanya kepada Engkau yang kami abdikan diri, dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan”

WONOSOBO 6 FEBRUARI 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: